Tuesday, July 31, 2018
asal muasal nama xiaomi
asal muasal nama xiaomi
Asal muasal nama Xiaomi
Nama Xiaomi berasal dari Bahasa Mandarin, yaitu Xiao adalah kecil dan mi adalah beras jadi "beras kecil�.Pada tahun 2011, CEO Lei Jun mengatakan bahwa ada lagi makna yang sangat besar dari nama Xiaomi.Dia juga menghubungkan "Xiao" sebagai konsep Buddha yang berarti "sebutir beras dari Buddha yang bermakna nama tersebut sama besarnya seperti gunung", dan mengatakan bahwa Xiaomi ingin bekerja dari hal-hal yang kecil, bukan sebaliknya memulai sesuatu dari hal-hal yang besar.Sementara "mi" merupakan singkatan dari "Mobile Internet" dan juga "Mission Impossible" karena setelah mendirikan Xiaomi, terdapat banyak hambatan yang terlihat mustahil untuk dihadapi pada saat itu.Dia juga pernah mengatakan bahwa nama Xiaomi adalah nama yang lucu. Pas di tahun 2012, CEO Lei Jun mengatakan bahwa nama adalah tentang revolusi dan mampu membawa inovasi hal yang baru.
Beras kecil pabrikan indonesia
Dan sekarang memasuki tahun 2017 pabrik xiaomi telah siap memproduksi smartphone 4G di Indonesia letaknya di batam Dengan demikian, produksi ponsel 4G Xiaomi untuk saat ini dan seterusnya bakal dilakukan oleh PT SatNusa Persada melalui pabriknya di Kepulauan Riauponsel 4G LTE pertama Xiaomi yang diproduksi di Indonesia adalah Redmi 4A yang dibanderol Rp 1.499.000 dan tersedia di pasar mulai bulan Februari 2017.harga terupdate ada di lazada
untuk saat ini memang lini produksi tersebut baru digunakan untuk memproduksi Redmi 4A. Namun untuk waktu ke depannya Xiaomi akan menghadirkan beberapa model smartphone 4G.Lalu bagaimana dengan ponsel flagship Xiaomi, apakah akan dibuat juga di pabrik SatNusa? Menurut Djohan, ponsel flagship masih akan dimasukkan ke rencana Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 30 persen. Sebab saat ini menurutnya, sertifikat TKDN untuk ponsel Xiaomi yang akan diproduksi di pabrik Sat Nusapersada masih 20 persen lebih.
"Karena sertifikat ini didapatkan Desember 2016, jadi produksi sudah dilakukan Januari. Proses TKDN itu tidak bisa langsung karena perlu ditinjau dan inspeksi. Sementara untuk flagship kami usahakan untuk mencapai TKDN 30 persen tahun ini," kata Djohan